Setiap orang pasti pernah
mengalami kejadian yang hebat, mengejutkan, atau bahkan mengerikan.
Kejadian-kejadian tersebut seringkali akan mengganggu kondisi kejiwaan. Salah
satu peristiwa mengerikan yang mungkin dialami oleh seseorang adalah bencana
alam. Dampak dari bencana selain merusak
bangunan fisik juga dapat menimbulkan dampak psikologis. Bencana alam yang
terjadi seringkali dapat menyebabkan trauma bagi para korban.
“A traumatic event is an event beyond
the boundaries of ordinary human experience, overwhelming normal adaptive
responses, so that people lose their sense of control and connection. This
event differs from normal stress in its intensity and type; everyone reacts to
a traumatic event (Paula, Gordon 2003:9),.
Munculnya trauma pada masyarakat akibat dari bencana
merupakan reaksi yang wajar akibat stress. Ketakutan saat mengalami langsung bencana ditambah
lagi kesedihan karena kehilangan rumah, keluarga dan lainnya menjadi salah satu
sebab para korban bencana mengalai trauma. Selain itu perubahan kehidupan
setelah bencana dengan lingkungan sekitar selama di pengungsian, penyesuaian di
lingkungan baru dapat menambah tingkat stress yang semakin menambah trauma bagi
para korban bencana, dan dalam proses pemulihan hal tersebut membutuhkan waktu.